Kamis, 30 November 2017

tugassoftskillke-3

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI


Belanja Online
Di Susun Oleh 

AFIFAH NOVIYANTI                    (10514392)
AFNI WULANDARI                       (10514407)
PIKI BAHTIAR                               (18514441)
TRI BINTANG KURNIAWAN     (1A514832)

Kelas : 4PA18

TAHUN AJARAN
2017/2018
Belanja Online
1.      Infomation System Development
Cara Belanja Online
a.       Kunjungin situs belanja online yang anda inginkan
b.      Ketik nama barang yang ingin anda beli
c.       Jika pilihan anda sudah tepat, silahkan anda melihat preview barang
d.      Jika sudah, klik “beli sekarang”
e.       Lengkapi form identitas diri dan nama barang serta alamat yang ingin di tuju
f.       Pilih opsi pembayaran yang menurut anda mudah , sebagai contoh pembayaran melalui bank transfer atau COD (Cash On Delivery)
g.      Lalu klik konfirmasi pesanan
h.      Kik halaman selanjutnya, silahkan anda catat kode bank, nomor rekening, nomor orderan barang dan jumlah pembayaran sesuai yang tertera di atas.
i.        Upload bukti transfer kepada penjual barang
j.        Tunggu 3 sampai 5 hari sesuai dengan lama pesanan yang tertera
k.      Selesai
Investigation
Mengetahui dan memahami cara belanja online yang benar
Analysis
Kelebihan    :    Mudah, praktis, tidak perlu keluar rumah untuk membeli barang, lebih fokus dengan tujuan, puas dalam memilih, harga lebih terjangkau, dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja, memberi kepuasan dalam pelayanan, dan mudah berlangganan dengan barang yang semakin berkualitas.
Kelemahan : Kurang aman, ada jeda waktu antara pembayaran dan pengiriman produk, tidak dapat mencoba produk sebelum membelinya, biaya pengiriman tinggi, kemungkinan ada kerusakan produk saat pengiriman.
Design
Mengisi data diri dalam form situs belanja online yang sudah disediakan.
Implementation
Pembeli berbelanja online menggunakan gadget.


Review

Berbelanja online cukup mudah, dengan mengikuti langkah-langkah diatas satu persatu maka anda dapat berbelanja online dengan. Meski banyak kekurangan namu berbelanja online saat ini tengah diminati oleh banyak generasi di dunia.

Selasa, 31 Oktober 2017

Tugas system informasi 2

System mesin cuci

Deskripsi mesin cuci
Mesin cuci adalah alat yang berfungsi untuk mencuci pakaian atau kain baik untuk kebutuhan rumah tangga ataupun untuk kepentingan bisnis, dalam penggunaannya mesin ini sangat membantu sekali dalam meringankan pekerjaan para ibu rumah tangga karena saat mencuci dengan mesin maka para ibu tersebut dapat melakukan kegiatan lain tanpa terganggui oleh kegiatan mencuci.
Menurut penelitian pada tahun 1886 perempuan mengambil air delapan sampai sepuluh kali setiap hari dari mesin pompa air, sumur, atau mata air. Proses mencuci pakaianpun begitu melelahkan dan sangat menyita waktu, dimulai dengan merendam pakaian kemudian menyikatnya satu persatu, setelah itu pakaian akan dibilas dengan air yang baru, dan tahapan yang paling melelahkan adalah saat memeras pakaian dengan tangan lalu menjemurnya di panas matahari.
Berikut adalah program yang ada dalam mesin cuci yang biasa digunakan sehari hari dalam dunia modern di zaman sekarang.
Description: Image result for tombol msin cuci





System Mesin Cuci

System
Element
Goal
Input
Processing element
Output
Cuci baju mnggunakan mesin
Deterjen
Pakaian kotor
Air

Mesin mula mula ketika sudah di pencet tombol start akan melakukan pengisian air pada tabung mesin cuci yang sudah terisi deterjen dengan pakaian kotor.
Setelah itu proses pertama adalah Wash (pencucian+merendam) setelah itu proses selanjutnya adalah rinse (pembilasan) setelah proses itu maka proses selanjutnya adalah spin (pemerasan/ pengeringan) setelah selesai ketiga proses tersebut maka mesin akan berhenti otomatis dan keluar suara alarm yang menandakan proses telah selesai.
Pakaian lebih cepat kering dan lebih cepat.
Proses mencuci baju secara instant dan menghemat waktu.


Senin, 02 Oktober 2017

definisi sistem informasi psikologi







UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
                                     
DEFINISI SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
Dosen  : Ira puspitawati



Di Susun Oleh            :

AFIFAH NOVIYANTI                    (10514392)
AFNI WULANDARI                       (10514407)
PIKI BAHTIAR                               (18514441)
TRI BINTANG KURNIAWAN     (1A514832)

Kelas  : 4PA18


TAHUN AJARAN
2017/2018




Di dunia ini, dimana tempat tinggal sekarang ini semakin lama semakin berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Perkembangan yang paling terlihat yaitu pada bidang teknologi. Perkembangan atau kemajuan yang terjadi pada bidang teknologi inilah yang menjadi perkambangan pada aspek penunjang kehidupan lainnya. Perkembangan teknologi juga memberi pengaruh bagi berkembangnya sistem informasi yang secara langsung ataupun tidak langsung. Perkembangan sistem informasi berkembang dengan cepat  terhadap berbagai bidang seperti akademik, kesehatan, ekonomi, akuntansi, geografis, bahkan psikologi yang biasa dikenal dengan istilah sistem informasi sikologi atau biasa disebut SIP (Ahmadi, 2009)
1.      Definisi Sistem
Menurut Gaol (2008) sistem adalah hubungan satu unit dengan unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan yang tidak dapat dipisahkan serta menuju satu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Menurut Jogianto (2005) mengemukakan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata adalah suatu objek nyata, seperti tempat, benda, dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Menurut Poerwadarminta (2003) sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berupa alat dan lain sebagainya, yang bekerja sama untuk melaksanakan tujuan tertentu.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berhubungan satu sama lainnya berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

  1. Definisi Informasi
Menurut Alamsyah (2005) informasi adalah data yang telah diolah dengan cara tertentu sesuai dengan bentuk yang diperlukan.
Menurut Bodnar & Hopwood (2000) informasi merupakan data yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat dan benar.
Menurut Sutabri (2012) informasi adalah data yang diolah dan diinterpretasikan untuk mengambil sebuah keputusan.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang di olah sehingga dapat menjadi sebuah keputusan yang sangat tepat.


  1. Definisi Psikologi
Menurut Muhibbin Syah (2001) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.
Menurut Wilhem Wundt psikologi adalah ilmu yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul pada diri manusia, seperti perasaan panca indra, pikiran, feeling, dan kehendak.
Menurut Woodworth dan Marquis menjelaskan bahwa psikologi ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas individu sejak dari dalam kandungan sampai meninggal dunia dalam hubungannya dengan alam sekitar.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia beserta dengan proses mentalnya dan hal ini adalah yang dijadikan sebagai objeknya adalah pastinya manusia.


  1. Sistem Informasi Psikologi
Dari beberapa definisi dari sistem informasi dan psikologi, dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu perangkat atau teknologi yang dalam kehidupan sehari-harinya sangat berkaitan erat dengan psikologis atau perilaku dari manusia baik dalam suatu pekerjaan maupun lainnya. Salah satu teknologi yang dipakai manusia yang berkaitan erat dengan teknologi inidalam kehidupan sehari-harinya antara lain seperti untuk hal pekerjaan membantu menyimpan ingatan yang berupa dokumen dalam suatu perangkat komputer. Dan hal lainnya yang berkaitan antarra teknologi dan psikologi antara lain yakni sebagai alat bantu dalam melakukan tes psikologi yang bisa di modernisasi dengan teknologi seperti untuk melakukan tes IQ, tes kepribadian, tes tes yang berbasis online bahkan pada baru baru ini ada juga beberapa teknologi yang terbarukan seperti tes bakat melalui finger scan, aura detector dan lain sebagainya. 



DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi, H. Abu. (2009). Psikologi umum. Jakarta: Rineka cipta
Alamsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: PT. Gramedia
                        Pustaka Utama.
Bodnar, G. H., & Hopwood, W. S. (2000). Sistem informasi akutansi,
                        terjemahan
Amir A.j, Rudi M. T. Jakarta: Salemba Empat.
Gaol, J.L. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: PT Gramedia
Muhibbinsyah. (2001). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.
                        Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Ogianto, H.M. (2005). Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi.
Poerwadarminta, W.J.S. (2003). Kamus umum bahasa indonesia. Jakarta:
                        Balai Pustaka.
Sutabri, T. (2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi

Rabu, 19 April 2017

contoh kasus Rational Emotive Therapy





 Bima adalah seorang  siswa suatu SMA di kota besar, kelas II, semester kedua, program studi IPA.Dia tinggal bersama orang tuanya, yang mendukung ita-citanya menjadi seorang guru akutansi. Bima berharap dapat diterima di FKIP Negeri di kotanya sendiri, dan telah berusaha sejak kelas 1 supaya nilai rata-rata dalam  rapor setiap semester minimal 7. Dalam usaha ini dia berhasil.
Selain itu, sejak awal kelas I dia juga berhasil dalam mengikat hati seorang siswi yang duduk di kelas yang sama. Mereka sudah biasa pergi rekreasi bersama, meskipun pihak putri terpaksa main backsRational Emotive Therapyet karena orang tuanya belum mengizinkan untuk berpacaran. Pada awal semester kedua siswi mengatakan bahwa orang tuanya telah mengetahui petualangannya dan memarahi dia, bahkan mereka mengancam ini dan itu. Siswa itu merasa terpaksa memutuskan hubungan karena dia tidak berani melawan orang tua. Bima jatuh dalam lembah depresi dan berfikir : “Apa gunanya meneruskan hidup di dunia ini? Saya tidak rela dicintai oleh gadis lain ataupun menintai gadis lain. Hanya yang satu ini menjadi idaman saya! Sumber semangat belajarkudan pendukung ita-itaku sudah lenyap!”.
Bima bolos sekolah satu minggu. Ketika masuk sekolah kembali, dia dipanggil oleh konselor di sekolahnya.
Langkah-langkah kerja :
(1)   Membangun hubungan pribadi dengan bima. Di sini konselor menjelaskan alasan Bima dipanggil, yaitu selama satu minggu tidak masuk sekolah tanpa ada kabar, dan bertanya apakah ada sesuatu yang ingin dibicarakannya berkaitan dengan hal itu. Mula-mula Prabawa kelihatan ragu-ragu, tetapi akhirnya mengatakan bahwa memang ada sesuatu yang ingin dibicarakan.
(2)   Mendengarkan dengan penuh perhatian uingkapan pikiran dan perasaan Bima. Dia mengutarakan bahwa semangat belajar telah hilang,setelah mengalami pukulan amat berat, di siswi sekelas yang selama satu tahun sering mau diajak pergi berdua, tetapi tiba-tiba mengundurkan diri setelah dimarahi oleh orang tuanya. Pada hal, katanya, tidak ada gadis lain yang pantas  dicintai. Prabawa beranggapan bahwa masa depannya menjadi sangat suram dan tidak ada sumber inspirasi lagi yang mendukung cita-citanya menjadi guru akutansi disekolah menengah (pikiran irasional).
(3)   Mengadakan analisis kasus, yaitu mencari gambaran yang lengkap mengenai kaitan antara A,B,C ( Activating Event, Belief, Consquences). Konselor akan menaruh perhatian khusus pada pikiran-pikiran irasional yang di duga mendasari rasa kehilangan semangat, karena dia akan mengusahakan supaya Bima berfikir rasional dalam menghadapi persoalannya.
(a)    Kejadian yang dialami ialah terputusnya hubungan percintaan dengan gadis yang dikaguminya, yang memutuskan hubungan ialah pihak putri, dengan memberikan alasan dilarang oleh orang tuanya.
(b)   Kejadian ini ditanggapi dengan banyak pikiran yang irasional atau tidak masuk akal. Bima berfikir : “ Ini musibah besar, karena cimtaku yang pertama dan abadi dihancurkan begitu saja.” “Tidak ada gadis lain yang lain yang akan kucinta. Gadis lain juga tidak akan mencintai diriku setulus teman siswi itu.” “ Dunia telah bertindak kejam terhadap diriku, apa gunanya menyambung benang hidupku ini?.” “ Siapa lagi yang akan memberikan inspirasi kepadaku untuk mengejar cita-citaku kalau bukan dia?” (Irational Belief)
(c)    Sebagai akibat dari cara berfikir yang demikian, Bima mengalami gejolak emosional dan goncangan dalam alam perasaannya, seperti merasa kehilangan semangat hidup dan gairah untuk belajar, merasa putus asa dan merasa seperti orang yang lukanya menganga lebar dan mengeluarkan darah terus-menerus (Consquences dalam alam perasaan). Akibatnya lebih lanjut ialah Bima memutuskan untuk tidak masuk sekolah; ini tindakan penyesuain diri yang salah dan malah membahayakan sukses dalam belajarnya (Consquences dalam perilaku nyata). Namun, karena teguran orang tuanya dia terpaksa kembali ke sekolah setelah membolos satu minggu.
(4)   Membantu Bima untuk menemukan jalan keluar dari persoalan ini. Konselor dapat mulai dengan menjelaskan kepadanya hasil analisis di atas, sehingga Bima sedikit banyak mengerti apa alasannya sehingga keadaannya sekarang begini. Kemudiaan konselor memulai menantang seluruh pikiran yang tidak masuk akal tadi, misalnya dengan melontarkan pertanyaan : “ Apa alasanmu berpendapat telah ditimpa musibah beasr?.’’ ; “Apakah pengalaman memang sudah pasti bahwa cinta pertama ini merupakan cinta abadi?.” ; “Apakah inspirasi dan semangat belajar hanya dapat diberikan oleh gadis itu?” ; “Apakah orang tua siswi yang masih di bawah umur itu tidak berhak ikut bicara?” ; “Apakah kamu mempunyai hak menuntut supaya dunia ini memenuhi keinginan dengan serba cepat?”, dan lain sebagainya.
Disamping itu, konselor memberikan pandangan-pandangan baru kepada Bima, misalnya : “Pada umur sekarang belum tentulah bahwa gadis itu adalah jodohmu. Mungkin saja hubungan ini akan berubah bila Bima dan siswi itu sudah menginjak dewasa”: ”Anggaplah pengalaman berpacaran ini sebagai pelajaran yang berguna, yaitu Prabawa sudah mengalami keindahan cinta, tetapi sekaligus lebih menyadari harus melihat situasi dan kondisi siswi yang masih bersekolah seperti Prabawa sendiri”; “Orang tuanya mungkin menginginkan, supaya anak mereka menyelesaikan studinya lebih dahulu sebelum mengikat diri. Selain itu, tindakan backsRational Emotive Therapyet tidak tepat dilakukan oleh gadis remaja, karena ini menghancurkan hubungan terbuka antara orang tua dan anak”; “Tidak lebih baikkah Prabawa menyelesaikn SMA lebih dahulu dan nantinya melihat lagi kemungkinan untuk menyambung kembali hubungan dengan gadis itu, kalau dia memang cocok untuk Bima?” ; “Lebih baiklah bagi pemuda untuk mendapatkan kepastian tentang suatu pekerjaan, shingga dia dapat menghidupi keluarga. Orang tua pihak putri ingin supaya kehidupan anaknya, yang diserahkan kepada seorang pria, betul-betul terjamin” ; “Kegagalan dalam cinta di masa remaja bukan musibah yang menghancurkan masa depan”; “Merasa kecewa sekarang ini adalah perasaan yang wajar pada umurmu sekarang”; dan lain-lain pertimbangan.
Efek dari diskusi ini ialah, bahwa Bima mulai berubah pikiran dan memandang pengalaman ini dengan cara yang lebih masuk akal, misalnya, “Saya akan menerima kenyataan ini. Memang saya tidak mengharapkannya, tetapi apa boleh buat? Lebih baik saya memusatkan perhatian pada studi dahulu, supaya cita-cita saya dapat diraih. Pengalaman cinta pertama ini saya simpan sebagai kenangan yang manis, yang nantinya dapat disambung lagi”, dan lain sebagainya (r-afektif). Akhirnya Prabawa memutuskan untuk tidak lagi mengajak teman siswi itu pergi berdua dan mengejar pelajaran yang ketinggalan (perilaku, Rasional)
(5)   Mengakhiri hubungan pribadi dengan Bima