Selasa, 10 November 2015

tugas softskill politik



Pengertian politik
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara
Dunia politik dapat kita lihat dari 2 sudut pandang yaitu dari sudut Dunia Maya dan dari sudut pandang dunia nyata . 

A.   Politik di Dunia Maya
Bagaimana gambaran politik dalam dunia maya ? di dunia maya politik bisa di manipulasi dari segi data pribadi para politisi. Dunia maya juga dijadikan wadah untuk mempromosikan diri Saat para politisi ingin mencalonkan diri di dunia politik , mereka memberitahukan visi dan misi mereka untuk meyakinkan rakyat supaya dapat memilihnya agar bisa duduk di dunia politik. Para politisi menjanjikan hal-hal manis untuk kepentingan yang belum tentu di buktikan ketika ia terpilih menjadi anggota politisi. Kebanyakan orang menjadikan media sosial sebagai tempat untuk meluapkan kebebasan berkespresinya, entah itu masalah pribadi, kegemaran pada suatu hal, hingga politik. Sudah bukan hal yang aneh jika melihat seseorang berkoar-koar mengkritik atau bahkan menghina tokoh-tokoh elite politik via media sosial. Namun yang mereka lakukan hanya sebatas pada dunia maya, bukan aksi nyata pada dunia nyata. Padahal, resiko yang mereka lakukan di dunia maya dapat dikahimi di dunia nyata. Tak sedikit kasus tentang penghinaan di media sosial yang berujung pada pengadilan. Tetapi dunia maya juga dapat digunakan secara positif.
Contohnya Presiden SBY, memiliki akun facebook yang bisa menampilkan sosok presiden yang non formal dan tidak resmi kendati sering juga menyampaikan informasi formal.


B.   Politik di Dunia Nyata
           Contoh politik dalam dunia nyata, Politik pecah belah atau politik adu domba adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat.
Kita tahu bahwa dalam UU no.10 tahun 2008 tentang pemilu legislatif dan UU no.2 tahun 2008 tentang partai politik ( parpol ) bahwasanya kuota keterlibatan perempuan dalam dunia politik adalah sebesar 30 %, terutama untuk duduk di parlemen. Bahkan dalam pasal 8 butir di UU no.10 tahun 2008, disebutkan adanya pernyataan sekurang-kurangnya 30% keterwakilan perempuan pada kepengurusan parpol tingkat pusat sebagai salah satu persyaratan parpol untuk dapat menjadi peserta pemilu, dan pasal 53 UU menyatakan bahwa daftar bakal calon peserta pemilu juga harus memuat sedikitnya 30% keterwakilan perempuan. Dalam hal kuota tersebut, sebagian perempuan memang merasa bahwa mereka juga sudah di beri kesempatan untuk berpolitik, tapi sebagian perempuan pada umumnya selalu bertanya- tanya, mengapa harus ada persentase yang dijadikan eksistensi perempuan?, yang berarti ini termasuk ketimpangan dan juga ketidakadilan perempuan dalam porsi dipilih dan memilih. Hak mereka didiskriminasi, seperti di bedakan dan pasti ujung-ujungnya subordinasi yang terjadi, yaitu sebuah posisi atau peran yang merendahkan nilai peran yang lain yang menomorduakan perempuan untuk turut andil dalam politik. Perempuan umumnya hanya dianggap sebagai pelengkap, sehingga kehadirannya sama sekali tidak di perhitungkan.
Dalam menyikapi problematika ini, muncul pengembangan pemikiran bahwasanya partisipasi perempuan yang hanya 30 persen saja tidak pernah terpenuhi, lantas mengapa mesti menuntut untuk mau di sejajarkan, dan tak mau dipersen-persenkan? Hal ini dikarenakan kurangnya keterlibatan perempuan yang di sebabkan beberapa faktor,  yaitu tata nilai sosial dan budaya yang bias gender dengan dominasi maskulin dalam kehidupan masyarakat, peraturan dan sistem hukum yang banyak bias gender dengan mengutamakan laki-laki dibanding perempuan, adanya kebijakan dan program pembangunan yang cenderung mengutamakan partisipasi laki-laki dari pada perempuan, serta akses-akses yang tidak ada sisi regulasinya dalam implementasinya sehingga hal inilah yang selalu menjadi suatu permasalahan. Namun jikalau kita melihat lebih mendalam dari sisi bias gender tersebut, nampaknya peran wanita memang dimarginalkan posisinya serta dibatasi ruang geraknya

  

REFERENSI :

Minggu, 11 Oktober 2015

Psikologi & Teknologi Internet "Informasi"



PSIKOLOGI & TEKNOLOGI INTERNET
“INFORMASI

  
AFNI WULANDARI (10514407)
2PA18


Pengertian Informasi
Informasi merupakan data yang berasal dari fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan pengolahan (proses) menjadi bentuk yang berguna atau bermanfaat bagi pemakainya. Bentuk informasi yang kompleks dan terintegrasi dari hasil pengolahan sebuah database yang akan di gunakan untuk proses pengambilan keputusan pada manajemenakan membentuk Sistem Informasi Manajemen. Data merupakan fakta atau nilai (value) yang tercatat atau mempresentasikan deskripsi dari suatu objek. Data merupakan suatu sumber yang sangat berguna bagi hampir di semua organisasi. Dengan tersedianya data yang melimpah, maka masalah pengaturan data secara efektif menjadi suatu hal yang sangat penting dalam pengembangan system informasi manajemen.
Para ahli memiliki banyak arti lain tentang informasi. Informasi bisa dikatakan sebagai pengetahuan yang didapatkan dari belajar, pengalaman atau instruksi. Namun, istilah ini memiliki banyak arti tergantung pada konteksnya.

Dalam beberapa pengetahuan tentang peristiwa tertentu yang telah dikumpulkan atau dari berita dapat juga dikatakan sebagai informasi. Dalam ilmu komputer, informasi adalah data yang disimpan, diproses atau ditransmisikan. Para ahli meneliti konsep informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman atau instruksi.

Pengertian atau Definisi Informasi lainnya adalah data yang telah diberi makna. Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (Ms.Excel) sering digunakan untuk membuat informasi dari data yang ada didalamnya. Laporan laba rugi dan neraca merupakan salah satu bentuk informasi, sedangkan angka yang terdapat didalamnya adalah data yang telah diproses sehingga menjadi berguna bagi siapa saja yang menggunakannnya.

Contoh kasus :

saat anda bertanya kepada teman mengenai makanan favoritnya, kemudian teman anda akan menjawab bahwa makanan favoritnya itu sate dan baso. Dari jawaban teman anda tadi mengenai makanan favoritnya itu berupa “sate” dan “baso” adalah informasi baru bagi kamu. Sehingga dari jawaban teman anda, anda menjadi tahu bahwa makanan favorit teman anda adalah sate dan baso.


Pengertian Informasi Menurut Para Ahli
  1. Abdul Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut. 
  2. Azhar Susanto (2004:46) dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi, menyatakan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat.
  3. Burch dan Strater menyatakan bahwa informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.
  4. George R. Terry berpendapat bahwa informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.
  5. Jogianto (2004:8) dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi, berpendapat bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya.
  6. Lani Sidharta (1995: 28) berpendapat bahwa informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan.
  7. Menurut Anton M. Meliono (1990: 331) informasi adalah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan.
  8. Menurut George H. Bodnar (2000: 1) informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.
  9. Menurut Tata Sutabri, informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
  10. Menurut Gordon B. Davis (1991: 28), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
  11. 11. Menurut Jogiyanto HM., (1999: 692), informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
  12. Raymond Mc.leod menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat  ini atau mendatang.
Berdasarkan Pengertian informasi menurut para ahli yang telah disebutkan diatas, dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sekumpulan fakta-fakta yang telah diolah menjadi bentuk data, sehingga dapat menjadi lebih berguna dan dapat digunakan oleh siapa saja yang membutuhkan data-data tersebut sebagai pengetahuan ataupun dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. 

Jenis-Jenis Informasi 
A.     Informasi berdasarkan fungsi dan kegunaan,  adalah informasi berdasarkan materi dan kegunaan informasi. Informasi jenis ini antara lain adalah :
1.      Informasi yang menambah pengetahuan, misalnya: peristiwa-peristiwa, pendidikan, kegiatan selebritis.
2.      Informasi yang mengajari pembaca (informasi edukatif), misalnya makalah yang berisi tentang cara berternak itik, artikel tentang cara membina persahabatan, dan lain-lain. 
3.      Informasi berdasarkan format penyajian, yaitu informasi yang dibedakan berdasarkan bentuk penyajian informasinya. Misalnya: informasi dalam bentuk tulisan (berita, artikel, esai, resensi, kolom, tajuk rencana, dll).
b. Informasi berdasarkan format penyajian, adalah informasi yang berdasarkan bentuk penyajian. Informasi jenis ini, antara lain berupa tulisan teks, karikatur, foto, ataupun lukisan abstrak.
c. Informasi berdasarkan lokasi peristiwa, adalah informasi berdasarkan lokasi peristiwa berlangsung, yaitu informasi dari dalam negeri dan informasi dari luar negeri. 
d. Informasi berdasarkan bidang kehidupan adalah informasi berdasarkan bidang-bidang kehidupan yang ada, misalnya pendidikan, olahraga, musik, sastra, budaya, dan iptek.

Penyampaian:
  1. Informasi yang disediakan secara berkala
  2. Informasi yang disediakan secara tiba-tiba
  3. Informasi yang disediakan setiap saat
  4. Informasi yang dikecualikan
  5. Informasi yang diperoleh berdasarkan permintaan

Kegunaan
  1. Informasi yang menambah pengetahuan, misalnya: peristiwa-peristiwa, pendidikan, kegiatan selebritis.
  2. Informasi yang mengajari pembaca (informasi edukatif), misalnya makalah yang berisi tentang cara berternak itik, artikel tentang cara membina persahabatan, dan lain-lain. 
  3. Informasi berdasarkan format penyajian, yaitu informasi yang dibedakan berdasarkan bentuk penyajian informasinya. Misalnya: informasi dalam bentuk tulisan (berita, artikel, esai, resensi, kolom, tajuk rencana, dll),
Ciri Ciri Informasi Yang Berkualitas
  1. Relevan           : Informasi harus Relevan, yang artinya informasi tersebut mempunyai manfaat oleh pemakainya. 
  2. Akurat             : Informasi harus Akurat, yang artinya informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
  3. Tepat waktu    : Tepat pada waktunya, yang artinya informasi yang diterima tidak boleh terlambat.
  4. Konsisten        : Konsisten, yang artinya informasi yang diterima sesuai dengan datanya tidak mengalami perubahan yang tidak benar.
Fungsi Informasi
  1. Meningkatkan pengetahuan atau kemampuan pengguna,
  2. Mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan,
  3. Menggambarkan keadaan sesuatu hal atau peristiwa yang terjadi.

Sumber :

Minggu, 28 Juni 2015

Tugas portopolio 4






                                       TUGAS PORTOPOLIO 4
                             PEMBELAJARAN ANAK BERBAKAT

                                               
Nama anggota kelompok :
AFNI WULANDARI (10514407)
FEBY RENDRA.F (14514139)
HAZIZAH HAFIZAH (1C514974)
1PA15


















Ciri- ciri anak berbakat
1.     Si anak memiliki ciri khas
Anak- anak yang memiliki ciri khas akan terlihat saat mereka bersama teman sebayanya. Sebab si anak akan bertingkah laku seperti orang dewasa sehingga padaa saat bermain pada teman seusianyacenderung memisah. Namun berati si anak tidak mau bermain dan berkumpul dengan teman seusianya tetapi si anak akan sangat mudah untuk menyesuaikan dirinya pada lingkungannya.
2.     Si anak memiliki cara belajar yang berbeda
Si anak cenderung tidak bisa diam si anak akan selalu aktif dan selalu mengekspelorisasikan hal hal yang baru ia ketahui. Dan si anak cemderung ingin lebih tau terutama pada halhal yang ada di dekatnya.
3.     Gaya berbahasa lebih dewasa
Si anak akan lebih cepat menyerap gaya berbahasa orang dewasa dan akan memiliki kosa kata yang lebih banyak.bahkan si anak bisa menyebutkan secara terperinci baik mengenai benda atau pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pada si anak
4.     Anak memiliki keterampilan yang lebih
Kereampilan lebih yang dimaksudkan itu seperti memakai baju sendiri, memegang benda-benda dengan benar tanpa kesulitan. Namun perlu diketahui motorik kasar akan lebih terlatih jika anda bisa mengajak anak anda berolahreaga terutama olahraga renang, tenis, dan lainnya.
5.     Anak gemar akan membaca
Pada saat anak berusia 1 tahun, si anak akan dapat membedakan gambar yang posisinya terbalik. Selain itu, si anak juga menunjukan gerakan-gerakan kepala dari kiri ke kanan seolah-olah si anak sedang membaca. Perlu diketahui bahwa 50% anak-anak sudah bisa membaca pada usia 2-2,5 tahun dan itu juga tergantung bagaimana si orangtua merangsang anaknya untuk membaca.
6.     Memiliki kemampuan logika
Anak berbakat akan cepat memahami benda-benda besar-kecil membedakan banyak-sedikit, selain itu anak berbakat juga mengerti menegani berapa lama jauh, dan anak berbakat akan dapat membedakan kiri-kanan, atas-bawah, maju-mundur.
7.     Memiliki daya ingat yang cukup baik
Daya ingat si anak cukup tinggi. Misalkan si anak dapat mengingat kejadian yang usdah lama terjadi. Dan si anak akan dapat mengungkapkan kembali dengan baik.
8.     Pandai beersosialisasi
Anak berbakat akan bisa bermain bersama teman di atas usianya dan akan merasa lebih nyaman apabila bermain bersama orang yang lebih tua dari usianya.
9.     Memiliki energi yang kuat
Setiap beraktivitas si anak akan merasa bersemnagat karnaa si anak memiliki energi yang kuat. Maka dari itu jangan heran jika si anak kekurangan waktu tidurnya.



(Teori barbie dan renzulli) Implikasi dalam pembelajaran.
Menurut definisi yang dikemukan oleh Joseph Renzulli (1978), anak berbakat memiliki pengertian, “Anak Brbakat” merupakan satu interaksi diantara tiga sifat dasar manusia yang menyatu ikatan terdiri dari kemampuan umum dengan tingkatnya di atas kemampuan rata-rata. Komitmennya tinggi terhadap tugas dan kreativitas yang tinggi.
·        High Potential Ability (kecerdasan yang tinggi) standart yang ditetapkan untuk anak-anak berbakat oleh diknas tahun 2003 adalah 140. Kalau tes IQ menunjukan hasil anak-anak diatas 140 maka anak tersebut otomatis disebut gifted child.
·        Tesk Commitment adalah sejauh mana tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Tidak hanya tugas dari sekolah tetapi juga tugas dari rumah. Tesk comitment dapat diukur melalui tes tertentu yang hanya boleh dilakukan oleh psikolh. Tesk comitment ini mencangkup tanggung jawab, motivasi, keuletan, percaya diri, memiliki tujuan yang jelas sebelum melakukan sesuatu dan kemandirian.
Anak berbakat adalah anak yang meiliki kecakapan mengembakngkan dan mnbgaplikasikan dirinya dalam setiap tindakan yang dia lakukan.
Implikasi guru anak berbakat disimpulkan oleh Barbvie dan Renzulli (1975), sebagai.
·   Guru perlu memahami diri sendiri, karena anak yang belajar tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang dilakukan guru, tetapi juga bagaimana guru melakukannya.
·        Guru perlu memiliki pengertian tentang keterbakatan
·  Guru hendaknya mengusahakan suatu lingkungan belajar sesuai dengan perkembangan yang unggul dari kemampuan-kemampuan anak
·        Guru memberikan tantangan daripada tekanan
·      Guru tidak hanya memperhatikan produk atau hasil belajar siswa, tetapi lebih-lebih proses belajar.
· Guru lebih baik memberikan umpan balik daripada penilaian harus menyediakan beberapa alternatif strategi belajar
·        Guru hendaknya dapat menciptakan suasana di dalam kelas yang menunjang rasa harga diri anak serta dimana anak merasa aman dan berani mengambil resiko dalam menentukan pendapat dan keputusan.

Peran Orang Tua dalam Memupuk Bakat dan Kreativitas Anak.
Orang tua yang bijaksana dapat membedakan antara memberi perhatian terlalu banyak atau terlalu sedikit, antara memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya dan memberi tekanan untuk berprestasi semaksimal mungkin.
Kurikulum berdiferensiasi untuk anak berbakat.
Kurikulum merupakan metode menyusun kegiatan belajar mengajar untuk menghasilkan perkembangan kognitif, efektif, dan psikomotorik anak. Menurut sato (1982) kurikulum mencakup semua pengalaman yang diperoleh siswa di sekolah, rumah dan dalam masyarakat yang membantu mewujudkan potensinya.
Kurikulum berdifensiasi ini berbeda dengan kurikulum umumyang bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak pada umumnya, maka kurikulum berdifensiasi ini merupakan jawaban terhadap perbedaan-perbedaan dalam minatdan kemampuan anak didik. Sehingga dengan kurikulum berdifensiasi ini setiap anak memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan kemampuannya tanpa harus terus terikat oleh suatu kurikulum umum yang menyamaratkan kemmapuan seluruh anak. Tetapi pada dasarnya kurikulum berdifensiasi tetap bertitik tolak pada kurikulum umum yang menjadi dasar bagi semua anak didik.kurikulum berdifensiasi ini juga memberikan pengalaman belajar berupa dasar-dasar keterampilan, pengetahuan, pemahaman, serta pembentukan sikap dan nilai yang memungkinkan anak didik berfungsi sesuai dengan tuntunan masyarakat atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi.