Rabu, 30 Desember 2015
Selasa, 10 November 2015
tugas softskill politik
Pengertian politik
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian
kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan
keputusan, khususnya dalam negara
Dunia politik dapat kita lihat dari 2 sudut pandang
yaitu dari sudut Dunia Maya dan dari sudut pandang dunia nyata .
A. Politik di Dunia Maya
Bagaimana gambaran politik dalam
dunia maya ? di dunia maya politik bisa di manipulasi dari segi data pribadi para
politisi. Dunia maya juga dijadikan wadah untuk mempromosikan diri Saat para
politisi ingin mencalonkan diri di dunia politik , mereka memberitahukan visi
dan misi mereka untuk meyakinkan rakyat supaya dapat memilihnya agar bisa duduk
di dunia politik. Para politisi menjanjikan hal-hal manis untuk kepentingan
yang belum tentu di buktikan ketika ia terpilih menjadi anggota politisi. Kebanyakan
orang menjadikan media sosial sebagai tempat untuk meluapkan kebebasan
berkespresinya, entah itu masalah pribadi, kegemaran pada suatu hal, hingga
politik. Sudah bukan hal yang aneh jika melihat seseorang berkoar-koar
mengkritik atau bahkan menghina tokoh-tokoh elite politik via media sosial.
Namun yang mereka lakukan hanya sebatas pada dunia maya, bukan aksi nyata pada
dunia nyata. Padahal, resiko yang mereka lakukan di dunia maya dapat dikahimi
di dunia nyata. Tak sedikit kasus tentang penghinaan di media sosial yang
berujung pada pengadilan. Tetapi dunia maya juga dapat digunakan secara
positif.
Contohnya
Presiden SBY, memiliki akun facebook yang bisa menampilkan
sosok presiden yang non formal dan tidak resmi kendati sering juga menyampaikan
informasi formal.
B. Politik di Dunia Nyata
Contoh politik dalam dunia nyata,
Politik pecah belah atau politik adu domba adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan
dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi
kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. Dalam konteks lain,
politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu
menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat.
Kita tahu bahwa dalam UU no.10 tahun 2008 tentang
pemilu legislatif dan UU no.2 tahun 2008 tentang partai politik ( parpol )
bahwasanya kuota keterlibatan perempuan dalam dunia politik adalah sebesar 30
%, terutama untuk duduk di parlemen. Bahkan dalam pasal 8 butir di UU no.10
tahun 2008, disebutkan adanya pernyataan sekurang-kurangnya 30% keterwakilan
perempuan pada kepengurusan parpol tingkat pusat sebagai salah satu persyaratan
parpol untuk dapat menjadi peserta pemilu, dan pasal 53 UU menyatakan bahwa
daftar bakal calon peserta pemilu juga harus memuat sedikitnya 30% keterwakilan
perempuan. Dalam hal kuota tersebut, sebagian perempuan memang merasa bahwa
mereka juga sudah di beri kesempatan untuk berpolitik, tapi sebagian perempuan
pada umumnya selalu bertanya- tanya, mengapa harus ada persentase yang
dijadikan eksistensi perempuan?, yang berarti ini termasuk ketimpangan dan juga
ketidakadilan perempuan dalam porsi dipilih dan memilih. Hak mereka
didiskriminasi, seperti di bedakan dan pasti ujung-ujungnya subordinasi yang
terjadi, yaitu sebuah posisi atau peran yang merendahkan nilai peran yang lain
yang menomorduakan perempuan untuk turut andil dalam politik. Perempuan umumnya
hanya dianggap sebagai pelengkap, sehingga kehadirannya sama sekali tidak di
perhitungkan.
Dalam
menyikapi problematika ini, muncul pengembangan pemikiran bahwasanya
partisipasi perempuan yang hanya 30 persen saja tidak pernah terpenuhi, lantas
mengapa mesti menuntut untuk mau di sejajarkan, dan tak mau dipersen-persenkan?
Hal ini dikarenakan kurangnya keterlibatan perempuan yang di sebabkan beberapa
faktor, yaitu tata nilai sosial dan budaya yang bias gender dengan
dominasi maskulin dalam kehidupan masyarakat, peraturan dan sistem hukum yang
banyak bias gender dengan mengutamakan laki-laki dibanding perempuan, adanya
kebijakan dan program pembangunan yang cenderung mengutamakan partisipasi
laki-laki dari pada perempuan, serta akses-akses yang tidak ada sisi
regulasinya dalam implementasinya sehingga hal inilah yang selalu menjadi suatu
permasalahan. Namun jikalau kita melihat lebih mendalam dari sisi bias gender
tersebut, nampaknya peran wanita memang dimarginalkan posisinya serta dibatasi
ruang geraknya
REFERENSI :
Minggu, 11 Oktober 2015
Psikologi & Teknologi Internet "Informasi"
PSIKOLOGI & TEKNOLOGI INTERNET
“INFORMASI”
AFNI WULANDARI (10514407)
2PA18
Pengertian Informasi
Informasi
merupakan data yang berasal dari fakta yang tercatat dan selanjutnya dilakukan pengolahan
(proses) menjadi bentuk yang berguna atau bermanfaat bagi pemakainya. Bentuk informasi
yang kompleks dan terintegrasi dari hasil pengolahan sebuah database yang akan di
gunakan untuk proses pengambilan keputusan pada manajemenakan membentuk Sistem Informasi
Manajemen. Data merupakan fakta atau nilai (value) yang tercatat atau mempresentasikan
deskripsi dari suatu objek. Data merupakan suatu sumber yang sangat berguna bagi
hampir di semua organisasi. Dengan tersedianya data yang melimpah, maka masalah
pengaturan data secara efektif menjadi suatu hal yang sangat penting dalam pengembangan
system informasi manajemen.
Para
ahli memiliki banyak arti lain tentang informasi. Informasi bisa dikatakan
sebagai pengetahuan yang didapatkan dari belajar, pengalaman atau instruksi.
Namun, istilah ini memiliki banyak arti tergantung pada konteksnya.
Dalam
beberapa pengetahuan tentang peristiwa tertentu yang telah dikumpulkan atau
dari berita dapat juga dikatakan sebagai informasi. Dalam ilmu komputer,
informasi adalah data yang disimpan, diproses atau ditransmisikan. Para ahli
meneliti konsep informasi sebagai pengetahuan yang didapatkan dari
pembelajaran, pengalaman atau instruksi.
Pengertian
atau Definisi Informasi lainnya adalah data yang telah diberi makna.
Sebagai contoh, dokumen berbentuk spreadsheet (Ms.Excel) sering digunakan untuk
membuat informasi dari data yang ada didalamnya. Laporan laba rugi dan neraca
merupakan salah satu bentuk informasi, sedangkan angka yang terdapat didalamnya
adalah data yang telah diproses sehingga menjadi berguna bagi siapa saja yang
menggunakannnya.
Contoh
kasus :
saat
anda bertanya kepada teman mengenai makanan favoritnya, kemudian teman anda akan
menjawab bahwa makanan favoritnya itu sate dan baso. Dari jawaban teman anda tadi
mengenai makanan favoritnya itu berupa “sate” dan “baso” adalah informasi baru bagi
kamu. Sehingga dari jawaban teman anda, anda menjadi tahu bahwa makanan favorit
teman anda adalah sate dan baso.
Pengertian Informasi Menurut Para Ahli
- Abdul Kadir (2002: 31); McFadden dkk (1999) mendefinisikan informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang menggunakan data tersebut.
- Azhar Susanto (2004:46) dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi, menyatakan bahwa informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat.
- Burch dan Strater menyatakan bahwa informasi adalah pengumpulan atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan.
- George R. Terry berpendapat bahwa informasi adalah data yang penting yang memberikan pengetahuan yang berguna.
- Jogianto (2004:8) dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain Sistem Informasi, berpendapat bahwa informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya.
- Lani Sidharta (1995: 28) berpendapat bahwa informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna untuk membuat keputusan.
- Menurut Anton M. Meliono (1990: 331) informasi adalah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu. Tujuan tersebut adalah untuk menghasilkan sebuah keputusan.
- Menurut George H. Bodnar (2000: 1) informasi adalah data yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat.
- Menurut Tata Sutabri, informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
- Menurut Gordon B. Davis (1991: 28), informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
- 11. Menurut Jogiyanto HM., (1999: 692), informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.
- Raymond Mc.leod menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Berdasarkan
Pengertian informasi menurut para ahli yang telah disebutkan diatas, dapat
disimpulkan bahwa informasi adalah sekumpulan fakta-fakta yang telah diolah
menjadi bentuk data, sehingga dapat menjadi lebih berguna dan dapat digunakan
oleh siapa saja yang membutuhkan data-data tersebut sebagai pengetahuan ataupun
dapat digunakan dalam pengambilan keputusan.
Jenis-Jenis
Informasi
A.
Informasi berdasarkan fungsi dan kegunaan,
adalah informasi berdasarkan materi dan kegunaan informasi. Informasi
jenis ini antara lain adalah :
1. Informasi yang menambah pengetahuan,
misalnya: peristiwa-peristiwa, pendidikan, kegiatan selebritis.
2. Informasi yang mengajari pembaca
(informasi edukatif), misalnya makalah yang berisi tentang cara berternak itik,
artikel tentang cara membina persahabatan, dan lain-lain.
3. Informasi berdasarkan format
penyajian, yaitu informasi yang dibedakan berdasarkan bentuk penyajian
informasinya. Misalnya: informasi dalam bentuk tulisan (berita, artikel, esai,
resensi, kolom, tajuk rencana, dll).
b. Informasi berdasarkan format
penyajian, adalah informasi yang berdasarkan bentuk penyajian. Informasi jenis
ini, antara lain berupa tulisan teks, karikatur, foto, ataupun lukisan abstrak.
c. Informasi berdasarkan lokasi
peristiwa, adalah informasi berdasarkan lokasi peristiwa berlangsung, yaitu
informasi dari dalam negeri dan informasi dari luar negeri.
d. Informasi berdasarkan bidang
kehidupan adalah informasi berdasarkan bidang-bidang kehidupan yang ada,
misalnya pendidikan, olahraga, musik, sastra, budaya, dan iptek.
Penyampaian:
- Informasi yang disediakan secara berkala
- Informasi yang disediakan secara tiba-tiba
- Informasi yang disediakan setiap saat
- Informasi yang dikecualikan
- Informasi yang diperoleh berdasarkan permintaan
Kegunaan
- Informasi yang menambah pengetahuan, misalnya: peristiwa-peristiwa, pendidikan, kegiatan selebritis.
- Informasi yang mengajari pembaca (informasi edukatif), misalnya makalah yang berisi tentang cara berternak itik, artikel tentang cara membina persahabatan, dan lain-lain.
- Informasi berdasarkan format penyajian, yaitu informasi yang dibedakan berdasarkan bentuk penyajian informasinya. Misalnya: informasi dalam bentuk tulisan (berita, artikel, esai, resensi, kolom, tajuk rencana, dll),
Ciri Ciri Informasi Yang Berkualitas
- Relevan : Informasi harus Relevan, yang artinya informasi tersebut mempunyai manfaat oleh pemakainya.
- Akurat : Informasi harus Akurat, yang artinya informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.
- Tepat waktu : Tepat pada waktunya, yang artinya informasi yang diterima tidak boleh terlambat.
- Konsisten : Konsisten, yang artinya informasi yang diterima sesuai dengan datanya tidak mengalami perubahan yang tidak benar.
Fungsi Informasi
- Meningkatkan pengetahuan atau kemampuan pengguna,
- Mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan,
- Menggambarkan keadaan sesuatu hal atau peristiwa yang terjadi.
Sumber :
http://www.artikelsiana.com/2014/10/pengertian-informasi-jenis-jenis-informasi.html/11oktober 2015,12:36 WIB
Minggu, 28 Juni 2015
Tugas portopolio 4
TUGAS PORTOPOLIO 4
PEMBELAJARAN
ANAK BERBAKAT
Nama anggota kelompok :
AFNI
WULANDARI (10514407)
FEBY
RENDRA.F (14514139)
HAZIZAH
HAFIZAH (1C514974)
1PA15
Ciri- ciri anak berbakat
1. Si
anak memiliki ciri khas
Anak- anak yang memiliki ciri khas
akan terlihat saat mereka bersama teman sebayanya. Sebab si anak akan
bertingkah laku seperti orang dewasa sehingga padaa saat bermain pada teman
seusianyacenderung memisah. Namun berati si anak tidak mau bermain dan
berkumpul dengan teman seusianya tetapi si anak akan sangat mudah untuk
menyesuaikan dirinya pada lingkungannya.
2. Si
anak memiliki cara belajar yang berbeda
Si anak cenderung tidak bisa diam
si anak akan selalu aktif dan selalu mengekspelorisasikan hal hal yang baru ia
ketahui. Dan si anak cemderung ingin lebih tau terutama pada halhal yang ada di
dekatnya.
3. Gaya
berbahasa lebih dewasa
Si anak akan lebih cepat menyerap
gaya berbahasa orang dewasa dan akan memiliki kosa kata yang lebih
banyak.bahkan si anak bisa menyebutkan secara terperinci baik mengenai benda
atau pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pada si anak
4. Anak
memiliki keterampilan yang lebih
Kereampilan lebih yang dimaksudkan
itu seperti memakai baju sendiri, memegang benda-benda dengan benar tanpa
kesulitan. Namun perlu diketahui motorik kasar akan lebih terlatih jika anda
bisa mengajak anak anda berolahreaga terutama olahraga renang, tenis, dan
lainnya.
5. Anak
gemar akan membaca
Pada saat anak berusia 1 tahun, si
anak akan dapat membedakan gambar yang posisinya terbalik. Selain itu, si anak
juga menunjukan gerakan-gerakan kepala dari kiri ke kanan seolah-olah si anak
sedang membaca. Perlu diketahui bahwa 50% anak-anak sudah bisa membaca pada
usia 2-2,5 tahun dan itu juga tergantung bagaimana si orangtua merangsang
anaknya untuk membaca.
6. Memiliki
kemampuan logika
Anak berbakat akan cepat memahami
benda-benda besar-kecil membedakan banyak-sedikit, selain itu anak berbakat
juga mengerti menegani berapa lama jauh, dan anak berbakat akan dapat
membedakan kiri-kanan, atas-bawah, maju-mundur.
7. Memiliki
daya ingat yang cukup baik
Daya ingat si anak cukup tinggi.
Misalkan si anak dapat mengingat kejadian yang usdah lama terjadi. Dan si anak
akan dapat mengungkapkan kembali dengan baik.
8. Pandai
beersosialisasi
Anak berbakat akan bisa bermain
bersama teman di atas usianya dan akan merasa lebih nyaman apabila bermain
bersama orang yang lebih tua dari usianya.
9. Memiliki
energi yang kuat
Setiap beraktivitas si anak akan
merasa bersemnagat karnaa si anak memiliki energi yang kuat. Maka dari itu
jangan heran jika si anak kekurangan waktu tidurnya.
(Teori barbie dan renzulli) Implikasi dalam
pembelajaran.
Menurut definisi yang dikemukan oleh Joseph Renzulli
(1978), anak berbakat memiliki pengertian, “Anak Brbakat” merupakan satu
interaksi diantara tiga sifat dasar manusia yang menyatu ikatan terdiri dari
kemampuan umum dengan tingkatnya di atas kemampuan rata-rata. Komitmennya
tinggi terhadap tugas dan kreativitas yang tinggi.
·
High Potential Ability (kecerdasan yang
tinggi) standart yang ditetapkan untuk anak-anak berbakat oleh diknas tahun
2003 adalah 140. Kalau tes IQ menunjukan hasil anak-anak diatas 140 maka anak
tersebut otomatis disebut gifted child.
·
Tesk Commitment adalah sejauh mana
tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Tidak hanya tugas dari sekolah tetapi
juga tugas dari rumah. Tesk comitment dapat diukur melalui tes tertentu yang
hanya boleh dilakukan oleh psikolh. Tesk comitment ini mencangkup tanggung
jawab, motivasi, keuletan, percaya diri, memiliki tujuan yang jelas sebelum
melakukan sesuatu dan kemandirian.
Anak berbakat adalah anak
yang meiliki kecakapan mengembakngkan dan mnbgaplikasikan dirinya dalam setiap
tindakan yang dia lakukan.
Implikasi guru anak berbakat
disimpulkan oleh Barbvie dan Renzulli (1975), sebagai.
· Guru perlu memahami diri sendiri,
karena anak yang belajar tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang dilakukan guru,
tetapi juga bagaimana guru melakukannya.
· Guru perlu memiliki pengertian
tentang keterbakatan
· Guru hendaknya mengusahakan suatu
lingkungan belajar sesuai dengan perkembangan yang unggul dari
kemampuan-kemampuan anak
·
Guru memberikan tantangan daripada
tekanan
· Guru tidak hanya memperhatikan
produk atau hasil belajar siswa, tetapi lebih-lebih proses belajar.
· Guru lebih baik memberikan umpan
balik daripada penilaian harus menyediakan beberapa alternatif strategi belajar
·
Guru hendaknya dapat menciptakan
suasana di dalam kelas yang menunjang rasa harga diri anak serta dimana anak
merasa aman dan berani mengambil resiko dalam menentukan pendapat dan
keputusan.
Peran Orang Tua dalam Memupuk Bakat dan Kreativitas Anak.
Orang tua yang bijaksana dapat membedakan antara memberi
perhatian terlalu banyak atau terlalu sedikit, antara memberi kesempatan kepada
anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya dan memberi tekanan untuk
berprestasi semaksimal mungkin.
Kurikulum berdiferensiasi untuk anak berbakat.
Kurikulum merupakan metode menyusun kegiatan belajar
mengajar untuk menghasilkan perkembangan kognitif, efektif, dan psikomotorik
anak. Menurut sato (1982) kurikulum mencakup semua pengalaman yang diperoleh
siswa di sekolah, rumah dan dalam masyarakat yang membantu mewujudkan
potensinya.
Kurikulum berdifensiasi ini berbeda dengan kurikulum
umumyang bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak pada
umumnya, maka kurikulum berdifensiasi ini merupakan jawaban terhadap
perbedaan-perbedaan dalam minatdan kemampuan anak didik. Sehingga dengan
kurikulum berdifensiasi ini setiap anak memiliki peluang besar untuk terus
meningkatkan kemampuannya tanpa harus terus terikat oleh suatu kurikulum umum
yang menyamaratkan kemmapuan seluruh anak. Tetapi pada dasarnya kurikulum
berdifensiasi tetap bertitik tolak pada kurikulum umum yang menjadi dasar bagi semua
anak didik.kurikulum berdifensiasi ini juga memberikan pengalaman belajar
berupa dasar-dasar keterampilan, pengetahuan, pemahaman, serta pembentukan
sikap dan nilai yang memungkinkan anak didik berfungsi sesuai dengan tuntunan
masyarakat atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Langganan:
Postingan (Atom)