Minggu, 28 Juni 2015

Tugas portopolio 4






                                       TUGAS PORTOPOLIO 4
                             PEMBELAJARAN ANAK BERBAKAT

                                               
Nama anggota kelompok :
AFNI WULANDARI (10514407)
FEBY RENDRA.F (14514139)
HAZIZAH HAFIZAH (1C514974)
1PA15


















Ciri- ciri anak berbakat
1.     Si anak memiliki ciri khas
Anak- anak yang memiliki ciri khas akan terlihat saat mereka bersama teman sebayanya. Sebab si anak akan bertingkah laku seperti orang dewasa sehingga padaa saat bermain pada teman seusianyacenderung memisah. Namun berati si anak tidak mau bermain dan berkumpul dengan teman seusianya tetapi si anak akan sangat mudah untuk menyesuaikan dirinya pada lingkungannya.
2.     Si anak memiliki cara belajar yang berbeda
Si anak cenderung tidak bisa diam si anak akan selalu aktif dan selalu mengekspelorisasikan hal hal yang baru ia ketahui. Dan si anak cemderung ingin lebih tau terutama pada halhal yang ada di dekatnya.
3.     Gaya berbahasa lebih dewasa
Si anak akan lebih cepat menyerap gaya berbahasa orang dewasa dan akan memiliki kosa kata yang lebih banyak.bahkan si anak bisa menyebutkan secara terperinci baik mengenai benda atau pertanyaan-pertanyaan yang diberikan pada si anak
4.     Anak memiliki keterampilan yang lebih
Kereampilan lebih yang dimaksudkan itu seperti memakai baju sendiri, memegang benda-benda dengan benar tanpa kesulitan. Namun perlu diketahui motorik kasar akan lebih terlatih jika anda bisa mengajak anak anda berolahreaga terutama olahraga renang, tenis, dan lainnya.
5.     Anak gemar akan membaca
Pada saat anak berusia 1 tahun, si anak akan dapat membedakan gambar yang posisinya terbalik. Selain itu, si anak juga menunjukan gerakan-gerakan kepala dari kiri ke kanan seolah-olah si anak sedang membaca. Perlu diketahui bahwa 50% anak-anak sudah bisa membaca pada usia 2-2,5 tahun dan itu juga tergantung bagaimana si orangtua merangsang anaknya untuk membaca.
6.     Memiliki kemampuan logika
Anak berbakat akan cepat memahami benda-benda besar-kecil membedakan banyak-sedikit, selain itu anak berbakat juga mengerti menegani berapa lama jauh, dan anak berbakat akan dapat membedakan kiri-kanan, atas-bawah, maju-mundur.
7.     Memiliki daya ingat yang cukup baik
Daya ingat si anak cukup tinggi. Misalkan si anak dapat mengingat kejadian yang usdah lama terjadi. Dan si anak akan dapat mengungkapkan kembali dengan baik.
8.     Pandai beersosialisasi
Anak berbakat akan bisa bermain bersama teman di atas usianya dan akan merasa lebih nyaman apabila bermain bersama orang yang lebih tua dari usianya.
9.     Memiliki energi yang kuat
Setiap beraktivitas si anak akan merasa bersemnagat karnaa si anak memiliki energi yang kuat. Maka dari itu jangan heran jika si anak kekurangan waktu tidurnya.



(Teori barbie dan renzulli) Implikasi dalam pembelajaran.
Menurut definisi yang dikemukan oleh Joseph Renzulli (1978), anak berbakat memiliki pengertian, “Anak Brbakat” merupakan satu interaksi diantara tiga sifat dasar manusia yang menyatu ikatan terdiri dari kemampuan umum dengan tingkatnya di atas kemampuan rata-rata. Komitmennya tinggi terhadap tugas dan kreativitas yang tinggi.
·        High Potential Ability (kecerdasan yang tinggi) standart yang ditetapkan untuk anak-anak berbakat oleh diknas tahun 2003 adalah 140. Kalau tes IQ menunjukan hasil anak-anak diatas 140 maka anak tersebut otomatis disebut gifted child.
·        Tesk Commitment adalah sejauh mana tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Tidak hanya tugas dari sekolah tetapi juga tugas dari rumah. Tesk comitment dapat diukur melalui tes tertentu yang hanya boleh dilakukan oleh psikolh. Tesk comitment ini mencangkup tanggung jawab, motivasi, keuletan, percaya diri, memiliki tujuan yang jelas sebelum melakukan sesuatu dan kemandirian.
Anak berbakat adalah anak yang meiliki kecakapan mengembakngkan dan mnbgaplikasikan dirinya dalam setiap tindakan yang dia lakukan.
Implikasi guru anak berbakat disimpulkan oleh Barbvie dan Renzulli (1975), sebagai.
·   Guru perlu memahami diri sendiri, karena anak yang belajar tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang dilakukan guru, tetapi juga bagaimana guru melakukannya.
·        Guru perlu memiliki pengertian tentang keterbakatan
·  Guru hendaknya mengusahakan suatu lingkungan belajar sesuai dengan perkembangan yang unggul dari kemampuan-kemampuan anak
·        Guru memberikan tantangan daripada tekanan
·      Guru tidak hanya memperhatikan produk atau hasil belajar siswa, tetapi lebih-lebih proses belajar.
· Guru lebih baik memberikan umpan balik daripada penilaian harus menyediakan beberapa alternatif strategi belajar
·        Guru hendaknya dapat menciptakan suasana di dalam kelas yang menunjang rasa harga diri anak serta dimana anak merasa aman dan berani mengambil resiko dalam menentukan pendapat dan keputusan.

Peran Orang Tua dalam Memupuk Bakat dan Kreativitas Anak.
Orang tua yang bijaksana dapat membedakan antara memberi perhatian terlalu banyak atau terlalu sedikit, antara memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya dan memberi tekanan untuk berprestasi semaksimal mungkin.
Kurikulum berdiferensiasi untuk anak berbakat.
Kurikulum merupakan metode menyusun kegiatan belajar mengajar untuk menghasilkan perkembangan kognitif, efektif, dan psikomotorik anak. Menurut sato (1982) kurikulum mencakup semua pengalaman yang diperoleh siswa di sekolah, rumah dan dalam masyarakat yang membantu mewujudkan potensinya.
Kurikulum berdifensiasi ini berbeda dengan kurikulum umumyang bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak pada umumnya, maka kurikulum berdifensiasi ini merupakan jawaban terhadap perbedaan-perbedaan dalam minatdan kemampuan anak didik. Sehingga dengan kurikulum berdifensiasi ini setiap anak memiliki peluang besar untuk terus meningkatkan kemampuannya tanpa harus terus terikat oleh suatu kurikulum umum yang menyamaratkan kemmapuan seluruh anak. Tetapi pada dasarnya kurikulum berdifensiasi tetap bertitik tolak pada kurikulum umum yang menjadi dasar bagi semua anak didik.kurikulum berdifensiasi ini juga memberikan pengalaman belajar berupa dasar-dasar keterampilan, pengetahuan, pemahaman, serta pembentukan sikap dan nilai yang memungkinkan anak didik berfungsi sesuai dengan tuntunan masyarakat atau jenjang pendidikan yang lebih tinggi.