Senin, 20 April 2015

Tugas portopolio soft skill 2

                                                       TUGAS PORTOPOLIO 2


NAMA KELOMPOK :

  • AFNI WULANDARI (10514407)
  • FEBY RENDRA.F (14514139)
  • HAZIZAH HAFIZAH (1C514974)




A.Teori-teori mengenai kreativitas

I. Teori pendorong kreativitas meliputi :
   a. motivasi intrinsik untuk kreativitas 
   Pada setiap orang ada kecenderungan atau dorongan untuk mewujudkan potensinya, dorongan ini           merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan-hubungan baru dengan      lingunganya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya. Dorongan pada setiap oranf dan bersifat internal,        ada dalam diri individu sendiri, namun membutuhan kondisi yang tepat untuk diekspresikan   .  
  
  b.kondisi ekternal yg mendorong prilaku kreatif 
                             
    Menurut pengalaman Rogers dalam psikoterapi, penciptaan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis       memungkink konstan timbulnya kreativitas yang konstruktif.
   ·         Keamanan Psikologis, ini dapat terbentuk dengan tiga proses yang saling berhubungan
          -          Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala elebihan dan keterbatasanya
          -          Mengusahakan suasana yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada.
          -          Memberikan pengertian secara empatis. Mengenal dan ikut menghayati perasaan-perasaan, anak-                 anak, tindakan-tindakanya, dapat melihat dari sudut pandang anak tetap menerimanya
   ·         Kebebasan Psikologis
               Permissiveness ini memberikan pada anak kebebasan dalam berpikir atau merasa sesuai dengan apa          yang ada dalam dirinya. Mengekspresikan dalam tindakan konkret perasaan-perasaanya tidak selalu           dimungkinkan, karena hidup dalam masyarakat selalu ada batas-batasnya, tetapi ekspresi secara                  simbolis hendaknya dimungkinkan.

r     II.Menjelaskan teori-teori yg melandasi proses kreatif , meliputi :
                    a.      Teori Wallas
Teori Wallas yang menyatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap yaitu, persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi. Pada tahap pertama orang seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah denganj belajar berpikir, mencari jawaban, bertanya kepada orang dan sebagainya. Pada tahap kedua, kegiatan mencari dan menghimpun data/informasi tidak dilanjutkan. Tahap inkubasi ialah tahap dimana individu seakan-akan melepaskan diri untuk sementara dari masalah tersebut. tahap iluminasi ialah tahap timbulnya insight atau “aha-erlebnis” saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru, beserta proses-prosespsikologis yang mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi/gagasan baru. Tahap verifikasi atau tahap evaluasi ialah tahap dimana idea tau kreasi baru tersebut harus diuji terhadap realitas.
b.      Teori tentang belahan otak kanan dan kiri
Hampir setiap orang mempunyai sisi yang lebih dominan maka dikatakan bahwa otak dikuasi oleh hemisfer yang bertentangan, pada umumnya orang lebih bisa menggunakan tangan kanan tetapi ada juga orang-orang yang bertangan kidal (
left-hand), belahan otak kanan terutama berkaitan dengan fungsi kreatif sehingga terjadi “dichotomania”, membagi-bagi semua fungsi mental menjadi fungsi belahan otak kanan atau kiri.

        
    III.Menjelaskan teori-teori yg melandasi produk kraetif , meliputi : 
                             a.      Hukum paten dalam Produk penemuan
Hukum paten AS mempertimbangkan unsure-unsur berikut dalam memberikan hak paten kepada investor, yaitu:
1.      Kegiatan intelektual yang bermutu mendahului penemuan
2.      Gagasanya jelas dalam mengatasi masalah
3.      Jumlah eksperimental yang di lakukan sebelum mencapai produk baru dianggap penting
4.      Sejauh mana telag mengalami kegagalan
5.      Produk harus berguna dan merupakan kemajuan
6.      Produk terutama dinilai kreatrif jika ada orang-orang dalam bidang kegiatan tersebut sebelumnya menunjukkan keragu-raguan tentang kemungkinan penemuan yang baru
7.      Produk harus memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi.
Patokan dari hak paten cukup membantu, tetapi tidak cukup spesifik untuk penilaian secara ilmiah.
b.      Model dari Besemer dan Trefingger
Besemer dan Treffinger, mengembangkan teori yang saling mengaitkan dan menyimpulkan gagasan tersebut. istilah produk dalam hal ini tidak terbatas dalam produk komersial, tetapi meliputi eragaman benda atau gagasan. Besemer dan Treffinger menyaranan bahwa produk kreatif dapat digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu kebaruan (novelty), pemecahan(resolution), serta kerincian (elaboration) dan sintesis. Masing-masing dan ketiga kategori ini meliputi sejumlah atribut. Modal ini disebut“Creative Product Analysis Matrix” (CPAM). Kebaruan menurut Besemer dan Treffinger adalah sejauh mana produk itu baru. Produk ituorisinal dalam arti sangat langka diantara produk-produk yang dibuat oleh orang-orang dengan pengalaman dan pelatihan yang sama. Pemecahan(resolution) menyangkut derajat sejauh mana produk ini memenuhi kebutu8han dari situasi bermasalah. Tiga kriteria dalam dimensi ini ialah, bahwa produk itu harus bermakna (valuable) menurut para pengamat, karena memenuhi kebutuhan logis, dengan mengikuti aturan yang ditentukan dalam bidang tertentu dan berguna karena dapat diterapkan secara pratis. Elaborasi dan sintesis dimensi ini merujuk pada derajat sejauh mana produk itu menggabungkan unsure-unsur yang tidak serupa menjadi keseluruhan yang canggih dan koheren. Lima kriteria untuk menilai hal ini adalah, produk itu harus organis, elegan, kompleks, dapat dipahami, dan menunjukkan keahlian atau keterampilan yang baik.
c.       Model Kreativitas dalam Mengarang
Skema penilaian tersebut meliputi 4 kritera dari berpikir kreatif, yaitu :
-    Kelancaran, didasarkan atas jumlah kata yang digunaan dalam karangan tersebut.
-  Kelenturan (flesibilitas), meliputi kelenturan dalam struktur kalimat dan kelentuan dalam konten atau gagasan           
-   Keaslian (orisinalitas) sejauh mana konten atau gaya pemiiran karangan   menunjukkan orisinilitas.
-    Kerincian, ialah kemampuan untuk membumbui atau menghiasi cerita sehingga tampak lebih kaya
     


     B.keberbakatan & kreativitas 
           a. pengertian keberbakatan 
     Bakat adalah kemampuan yang merupakan sesuatu yang melekat (inherent) dalam diri seseorang, merupakan bawaan sejak lahir dan terkait dengan struktur otak.  Definisi Columbus Group, bakat adalah 'asynchronous development', yakni kemampuan kognitif di atas rata-rata, mempunyai intensitas kuat yang dipadu dengan pengalaman dan kesadaran diri yang secara kualitatif berbeda dengan orang normal. Renzulli (1981), bakat merupakan gabungan dari tiga unsur esensial yang sama pentingnya dalam menentukan keberbakatan seseorang, yakni kecerdasan, kreativitas, dan tanggungjawab. Menurut Tedjasaputra, MS (2003), bakat adalah kondisi seseorang yang dengan suatu pendidikan dan latihan memungkinkan mencapai kecakapan, pengetahuaan dan keterampilan khusus. 
Menurut Widodo Judarwanto 2007, keberbakatan adalah kemampuan intelektual atau kecerdasan diantaranya meliputi kemampuan intelektual musik, matematika, fisika, kimia, elektronika, informasi tehnologi, bahasa, olahraga dan berbagai tingkat kecerdasan di berbagai bidang lainnya yang kemampuannya jauh di atas rata-rata anak seusianya. Menurut Galton 2002, kebeberbakatan merupakan kemampuan alami yang luar biasa, diperoleh dari kombinasi sifat-sifat yang meliputi kapasitas intelektual, kemauan yang kuat, dan unjuk kerja. 
Menurut Renzulli 2002, keberbakatan merupakan interaksi antara kemampuan umum dan/atau spesifik, tingkat tanggung jawab terhadap tugas yang tinggi dan tingkat kreativitas yang tinggi.  Menurut Clark (1986), keberbakatan adalah ciri-ciri universal yang khusus dan luar biasa, yang dibawa sejak lahir dan merupakan hasil interaksi dari pengaruh lingkungan. Keberbakatan ikut ditentukan oleh kebutuhan dan kecenderungan kebudayaan dimana seseorang yang berbakat itu hidup. 
Dilihat dari sudut pandang berdimensi ganda, keberbakatan adalah kemampuan unjuk kerja yang tinggi di dalam aspek intelektual, kreativitas, seni, kepemimpinan, atau bidang akademik tertentu. Dalam konsep luas dan terpadu, keberbakatan merupakan kecakapan intelektual superior, yang secara potensial dan fungsional mampu mencapai keunggulan akademiak di dalam kelompok populasinya dan atau berbakat tinggi dalam bidang tertentu, seperti matematika, IPA, seni, musik, kepemimpinan sosial dan perilaku kreatif tertentu dalam interaksidengan lingkungan dimana kecakapan dan unjuk kerjanya itu ditampilkan secara konsisten. 
Anak berbakat didefinisikan oleh USOE (United States Office of Education) sebagai anak-anak yang dapat membuktikan kemampuan berprestasinya yang tinggi dalam bidang-bidang seperti intelektual, kreatif, artistik, kapasitas kepemimpinan atau akademik spesifik, dan mereka yang membutuhkan pelayanan atau aktivitas yang tidak sama dengan yang disediakan di sekolah sehubungan dengan penemuan kemampuan-kemampuannya. 
Sutratianah lebih lanjut mengungkapkan karakteristik anak berbakat antara lain:
  •     Memiliki tingkat inisiatif, imajinasi dan kreatifitas yang juga demikian tinggi.
  •     Namun sebaliknya dibalik kelebihan itu seringkali disertai penyimpangan beberapa perilaku seperti gangguan sosialisasi, emosi tinggi dan labil, agresifitas tinggi, gangguan konsentrasi, impulsifitas tinggi, gangguan tidur, hiperaktif dan beberapa gangguan perilaku lainnya.
  •     Rasa tidak puas yng beralasan, yang bagi anak-anak lain puas/menerima begitu saja akan hal-hal ilmiah.
  •     Kemauan untuk bekerja sendirian dalam jangka waktu yang lama.
  •     Kemampuan melihat adanya hubungan di antara bermacam-macam unsur dalam satu situasi tertentu.
  •     Kemampuan yang tinggi di bidang matematika, membaca, mengungkapkan ide-ide scienci, menggenerelisasikan hal-ihwal, berpikir kuantitatif.
Renzulli menarik kesimpulan bahwa yang menentukan keberbakatan seseorang pada hakikatnya adalah tiga kelompok ciri-ciri sebagai berikut:
  •    Kemampuan di atas rata-rata
  •    Kreativitas tinggi
  •    Pengikatan diri atau tanggung jawab terhadap tugas (task commitment)

 b.pengertian kreativitas
  • Pengertian Kreativitas Menurut  Widayatun: Kreativitas adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah, yang memberikan individu menciptakan ide-ide asli/adaptif fungsi kegunaannya secara penuh untuk berkembang.
  • Pengertian Kreativitas Menurut  James R. Evans: Kreativitas adalah keterampilan untuk menentukan pertalian baru, melihat subjek perspektif baru, dan membentuk kombinasi-kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang telah tercetak dalam pikiran
  • Pengertian Kreativitas Menurut  Santrock: Kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan tentang sesuatu dalam cara yang baru dan tidak biasanya serta untuk mendapatkan solusi-solusi yang unik.
  • Pengertian Kreativitas Menurut Semiawan: Kreativitas adalah kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah. Kreativitas meliputi baik ciri-ciri aptitude seperti kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility), dan keaslian (originality) dalam pemikiran, maupun ciri-ciri non aptitude, seperti rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan dan selalu ingin mencari pengalaman-pengalaman baru.
  • Pengertian Kreativitas Menurut  Munandar: Kreativitas adalah kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan atau menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif.
c. Hubungan pengertian keberbakatan dan kreatifitas 
  • Pengertian Kreativitas :
Kreatif adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan                  maupun karya nyata, baik dalam bentuk karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah               ada, yang belum pernah ada sebelumnya dengan menekankan kemampuan yaitu yang berkaitan                    dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan atau menjawab masalah, dan cerminan              kemampuan operasional anak kreatif.
v  Definisi Kreativitas
·   Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru, dalam bentuk suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru (Hurlock dalam Basuki, 2010).
·   Proses kreatif adalah munculnya dalam tindakan suatu produk baru yang tumbuh dari keunikan individu, dan dari pengalaman yang menekankan pada produk yang baru, interaksi individu dengan lingkungannya atau kebudayaannya (Rogers dalam Basuki, 2010).
·   Kreativitas adalah suatu proses upaya manusia atau bangsa untuk membangun dirinya dalam berbagai aspek kehidupannya dengan tujuan menikmati kualitas kehidupan yang semakin baik (Alvian dalam Basuki, 2010).
·   Kreativitas adalah suatu proses yang tercermin dalam kelancaran, kelenturan (fleksibilitas) dan originalitas dalam berfikir (Munandar dalam Basuki, 2010).
·   Definisi Kreativitas menurut Clark (dalam Basuki, 2010) :

Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak,mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).



Menurut Hurlock kreativitas menekankan pembuatan sesuatu yang baru dan berbeda. Sedangkan Munandar menyebutkan kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengkombinasikan suatu gagasan. Evans juga menjelaskan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menemukan hubungan-hubungan baru, untuk melihat suatu obyek dari perspektif baru, dan untuk membentuk kombinasi baru dari dua atau lebih konsep yang sudah ada dalam pikiran. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menemukan hubunganhubungan baru dan membuat kombinasi-kombinasi baru yang mencerminkan kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berpikir sehingga dapat menciptakan sesuatu yang baru. Dalam hal ini sesuatu yang baru tidak berarti sebelumnya tidak ada, akan tetapi sesuatu yang baru ini dapat berupa sesuatu

                                DAFTAR PUSTAKA 
Uno ,Hamzah B., Masri Kuadrat, Mengelola Kecerdasan Dalam Pembelajaran,Jakarta: Bumi Aksara,                   2009
Somantri ,T. Sutjihati, Psikologi Anak Luar Biasa,Bandung: Refika Aditama, 2007
Tirtonegoro ,Sutratianah, Anak Supernormal dan Program Pendidikannya, Jakarta: Bumi Aksara, 2006
            Hawadi,Reni akbar.Akselerasi: a-z program percepatan belajar dan anak berbakat intelektual.Jakarta:                gramedia,2006
           Semiawan ,Conny,Perspektif Pendidikan Anak Berbakat,Cet ke-6.Jakarta:Grasindo,1997
           Verdiansyah ,Chris (ed). Home Schooling Rumah Kelasku Dunia Sekolahku.Jakarta:Kompas Media                    Nusantara,2007
 
   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar