Senin,21 November 2016
Pukul
TUGAS PSIKOLOGI MANAJEMEN
AFNI WULANDARI
10514407
JOB ENRICHMENT
Senin,21 November 2016
Pukul
TUGAS PSIKOLOGI
MANAJEMEN
AFNI WULANDARI
10514407
JOB ENRICHMENT
Pengertian Job Enrichment
Job Enrichment merupakan upaya untuk memotivasi
karyawan dengan memberi mereka kesempatan untuk menggunakan berbagai kemampuan
mereka. Ini adalah ide yangdikembangkan oleh psikolog Amerika. Job enrichment
adalah memberikan tugas dan tanggung jawab lebih besar pada karyawan dan
menambah pekerjaan dalam hal kualitas, atau kompleksitasnya. Misalnya, seorang
teknisi yang biasanya menangani mesin, kemudian ditugajskan untuk menangani
mesin baru yang lebih kompleks.
Langkah-Langkah
dalam Redesign Pekerjaan Untuk Job Enrichment
1.Menggabungkan
beberapa pekerjaan menjadi satu.
§ Menjadi lebih besar
§ Lebih bervariasi
§ Kecakapan lebih luas
2.Memberikan
modul kerja untuk setiap pekerja.
3.Memberikan
kesempatan pada setiap pekerja untuk dapat bertanggung jawab.
§ Kesempatan mengatur prosedur kerja sendiri
4.Memberikan
kesempatan pekerja menghubungi kliennya sendiri secara langsung.
§ Orang-orang yang berhubungan dengan pelaksanaan
kerjanya.
5.Menciptakan
sarana-sarana umpan balik.
§ Pekerja dapat memonitor koreksi diri
Pertimbangan-Pertimbangan Dalam Job EnrichmentJika pekerjaan terspesialisir dan sederhana dirancang
kembali untuk memotivasi secara intrinsik pada pekerja, maka kualitas
pelaksanaan kerja pekerja akan meningkat.
1. Absensi-absensi dan perpindahan kerja akan berkurang.
2. Dimensi inti yang berkaitan dengan motivasi intrinsik
& lapangan kerja ( Hackman dan Oldham ), yaitu:
Banyaknya
ketrampilan yang diperlukan untuk melakukanpekerjaan.Makin banyak
ragam ketrampilan yang digunakan, makin kurang membosankan pekerjaan. Misalnya,
seorang salesman diminta untuk memikirkan dan menggunakan cara menjual yang
berbeda, display (etalase) yang berbeda, cara yang lebih baik untuk melakukan
pencatatan penjualan.
§ Jati diri tugas (task identity)
Tingkat
sejauh mana penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan dapat dilihat hasilnya
dan dapat dikenali sebagai hasil kinerja seseorang.Tugasyang
dirasakan sebagai bagian dari pekerjaan yang lebih besar dan yang dirasakan
tidak merupakan satu kelengkapan tersendiri menimbulkan rasa tidak
puas.Misalnya, seorang salesman diminta untuk membuat catatan tentang penjualan
dan konsumen, kemudian mempunyai dan mengatur display sendiri.
§ Tugas yang penting (task significance)
Tingkat
sejauh mana pekerjaan mempunyai dampak yang berarti bagi kehidupan orang lain,
baik orang tersebut merupakan rekan sekerja dalam suatu perusahaan yang sama
maupun orang lain di lingkungan sekitar. Jika tugas dirasakan penting dan
berarti oleh tenaga kerja, maka ia cenderung mempunyai kepuasan kerja.
Misalnya, sebuah perusahaan alat-alat rumah tangga ingin mengeluarkan produk
panci baru. Para karyawan diberikan tugas untuk mencari kriteria seperti apa
panci yang sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu masa kini. (tugas tersebut memberikan
kepuasan tersendiri bagi karyawan karena hasil kerjanya nanti secara langsung
akan memberi manfaat kepada pelanggan)
§ Otonom
Tingkat
kebebasan pemegang kerja, yang mempunyai pengertian ketidaktergantungan dan
keleluasaan yang diperlukan untuk menjadwalkan pekerjaan dan memutuskan
prosedur apa yang akan digunakan untuk menyelesaikannya. Pekerjaan yang memberi
kebebasan, ketidaktergantungan dan peluang mengambil keputusan akan lebih cepat
menimbulkan kepuasan kerja. Misalnya, seorang manager mempercayai salah satu
karyawan untuk memperebutkan tender dari klien. Karyawan tersebut menggunakan
ide dan caranya sendiri untuk menarik perhatian klien .Karyawan diberi
kebebasan untuk mengatur sendiri waktu kerja dan waktu istirahat.
§ Umpan balik (feed back)
Memberikan
informasi kepada para pekerja tentang hasil pekerjaan sehingga para pekerja
dapat segera memperbaiki kualitas dan kinerja pekerjaan.Misalnya, dalam menjual
produk salesman didorong untuk mencari sendiri informasi, baik dari atasan
maupun dari bagian‑bagian lain, mengenai segala hal yang berkaitan dengan
jabatannya serta meminta pendapat konsumen tentang barang‑barang yang dijual,
pelayanan, dll.
Jadi
kondisi psikologis kritis karyawan yang muncul karena adanya dimensi utama
dalam tugas akan mempengaruhi hasil kerja karyawan yang telah termotivasi
secara internal. Berhasil atau tidaknya hasil kerja dalam job
enrichment tergantung oleh kekuatan kayawan untuk berkembang dan berpikir
positif.
Dari
penjelasan diatas mengenai Job Enrichment dapat
disimpulkan bahwaJob Enrichment merupakan
kepuasan kerja mempunyai peranan penting terhadap prestasi kerja karyawan.
Langkah-langkah dalam redesignpekerjaan
untuk Job Enrichment ada lima, yaitu menggabungkan
beberapa pekerjaan menjadi satu, memberikan modul kerja untuk setiap pekerja,
memberikan kesempatan pada setiap pekerja untuk dapat bertanggung jawab,
memberikan kesempatan pekerja menghubungi kliennya sendiri secara langsung,
serta menciptakan sarana-sarana umpan bali
Pertimbangan
Melakukan Job Enrichment
Ada lima dimensi inti dari sebuah pekerjaan yang
mempengaruhi jobenrichment biasanya memberikan kontribusi
kepada orang-orang yang menikmati pekerjaan menurut Greenberg dan Baron:
- Skill Variety –
Meningkatkan jumlah individu keterampilan yang digunakan ketika melakukan
pekerjaan.
- Task Identity –
Mengaktifkan orang untuk melakukan pekerjaan dari awal sampai akhir.
- Task Significance –
Memberikan pekerjaan yang memiliki dampak langsung terhadap organisasi
atau para stakeholder.
- Autonomy –
Meningkatkan tingkat pengambilan keputusan, dan kebebasan untuk memilih
bagaimana dan ketika pekerjaan selesai.
- Feedback –
Meningkatkan jumlah pengakuan untuk melakukan pekerjaan dengan baik, dan
mengkomunikasikan hasil karya orang.
Daftar pustaka :
- Sunyoto Munandar, Ashar.
(2001). Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta
: Universitas Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar